Surabaya sebagai kota metropolitan sebenarnya cukup aktif dari sisi jumlah tender yang tayang di LPSE. Dari data yang kami pantau, tercatat 52 paket pengadaan pemerintah pernah muncul untuk Kota Surabaya sepanjang periode pemantauan.
Tapi dari 52 paket itu, tidak semuanya sudah tuntas. Sebanyak 20 paket masih berada di tahap kritis alias masih live/berjalan prosesnya. Sisanya berada di berbagai tahap lain — mulai dari evaluasi, masa sanggah, sampai proses administrasi lanjutan — sebelum akhirnya closed dengan pemenang.
Dari seluruh paket yang tayang, baru 12 yang sudah closed dan tercatat pemenangnya di sistem kami, dengan total nilai kontrak sekitar Rp3,21 miliar, dari total HPS sekitar Rp3,36 miliar — realisasi sekitar 95,8% dari perkiraan awal. Kalau dirata-rata, setiap paket yang sudah menang ini bernilai sekitar Rp267 juta — jauh lebih tinggi dibanding rata-rata paket menang di banyak kota/kabupaten lain yang kami pantau, yang seringkali di bawah Rp100 juta per paket.
Pola nilai per paket yang besar ini masuk akal kalau melihat karakter Surabaya sebagai kota besar: paket-paket yang sampai tahap penentuan pemenang cenderung berskala menengah-besar, bukan pekerjaan kecil yang dipecah-pecah. Kami tidak menyimpulkan lebih jauh soal wajar-tidaknya proses ini — datanya kami sajikan apa adanya, penilaian silakan pembaca sendiri.
Perlu ditegaskan juga: angka Rp3,21 miliar ini adalah nilai dari paket yang SUDAH ada pemenang, bukan representasi total belanja pengadaan Kota Surabaya secara keseluruhan — apalagi APBD kota. Bahkan 52 paket tender yang tercatat pun kemungkinan besar belum mencakup seluruh belanja pemerintah di Surabaya, karena ada jalur belanja lain (swakelola, penunjukan langsung di bawah ambang batas, atau proses di luar SPSE) yang tidak masuk cakupan sistem kami.
Penasaran instansi mana saja dan detail masing-masing dari 12 paket yang sudah menang ini? Cek halaman leaderboard wilayah Kota Surabaya di situs kami untuk rincian lengkap dan data yang selalu diperbarui otomatis.