← Semua Artikel
Analisis Data

Leaderboard LPSE Provinsi Sumatera Selatan: Lahat dan Palembang Mendominasi Jumlah Paket

Dipublikasikan 13 July 2026

Kalau kamu vendor atau sekadar warga yang penasaran soal geliat pengadaan barang/jasa pemerintah di Sumatera Selatan, ada gambaran menarik dari data yang terpantau sistem Pos Pantau LPSE Nasional. Total ada 665 paket yang tercatat tersebar di 16 kabupaten/kota di lingkup LPSE Provinsi Sumatera Selatan, dengan 54 di antaranya sedang berada di tahap kritis alias momen paling menentukan buat calon peserta tender.

Kabupaten Lahat jadi wilayah dengan jumlah paket terbanyak di LPSE Provinsi Sumatera Selatan, yaitu 229 paket, dengan 19 paket di antaranya berstatus kritis. Ini jauh di atas wilayah lain, menunjukkan aktivitas pengadaan yang cukup padat di kabupaten ini, mulai dari proyek jalan desa, pengerasan jalan, sampai pembangunan gedung.

Di posisi kedua ada Kota Palembang dengan 94 paket dan 6 di antaranya kritis. Sebagai ibu kota provinsi, wajar kalau Palembang jadi salah satu pusat pengadaan terbesar, mencakup mulai dari proyek konsultansi tata ruang sampai rehabilitasi gedung sekolah.

Berikut gambaran lengkap sebaran paket di seluruh wilayah LPSE Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan data yang terpantau sistem kami:

- Kabupaten Lahat — 229 paket (19 kritis)
- Kota Palembang — 94 paket (6 kritis)
- Kabupaten Ogan Ilir — 57 paket (1 kritis)
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur — 50 paket (12 kritis)
- Kabupaten Banyuasin — 48 paket (0 kritis)
- Kabupaten Musi Rawas — 34 paket (0 kritis)
- Kabupaten Pali — 28 paket (0 kritis)
- Kabupaten Ogan Komering Ilir — 26 paket (5 kritis)
- Kabupaten Ogan Komering Ulu — 25 paket (0 kritis)
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan — 21 paket (3 kritis)
- Kota Prabumulih — 21 paket (0 kritis)
- Kabupaten Musi Rawas Utara — 21 paket (0 kritis)
- Kabupaten Musi Banyuasin — 19 paket (5 kritis)
- Kota Pagar Alam — 10 paket (3 kritis)
- Kabupaten Empat Lawang — 2 paket (0 kritis)
- Kota Lubuklinggau — 1 paket (0 kritis)

Yang menarik dari data LPSE Provinsi Sumatera Selatan ini, jumlah paket kritis paling banyak justru bukan di kabupaten dengan total paket terbanyak. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, meski hanya di posisi keempat dari sisi jumlah total, punya 12 paket kritis — jumlah tahap kritis tertinggi kedua setelah Lahat. Ini sinyal buat vendor yang berkecimpung di wilayah OKU Timur untuk lebih rajin memantau jadwal, karena momen krusial sedang ramai terjadi di sana.

Sebaliknya, ada beberapa kabupaten seperti Banyuasin, Musi Rawas, Pali, OKU, Musi Rawas Utara, sampai Empat Lawang dan Lubuklinggau yang saat ini nol paket kritis. Bukan berarti sepi kegiatan, tapi lagi tidak ada paket yang masuk fase genting — bisa jadi baru mau dibuka atau justru baru saja selesai tahap kritisnya.

Data semacam ini rutin kami perbarui, jadi kalau kamu vendor yang fokus di lingkup LPSE Provinsi Sumatera Selatan, ada baiknya bookmark halaman leaderboard provinsi untuk pantauan yang lebih real-time dan detail per paket. Silakan cek juga halaman lengkapnya di nasional.lpsesulawesi.com/provinsi/sumatera-selatan.html untuk data yang selalu update.

📌 Sumber: Data internal Pos Pantau LPSE Nasional, snapshot 13 Juli 2026.