Kota Depok termasuk salah satu wilayah paling aktif dari sisi pengadaan pemerintah yang terpantau sistem Pos Pantau Pengadaan. Hingga snapshot terbaru, tercatat 472 paket tender berjalan di LPSE Kota Depok, dengan 49 di antaranya sedang berada di tahap kritis. Dari total itu, 353 paket atau sekitar 75% sudah punya pemenang yang berhasil kami identifikasi, dengan total nilai sekitar Rp88,04 miliar yang terpantau sistem kami — dari HPS (harga perkiraan sendiri) sekitar Rp93,32 miliar untuk paket-paket tersebut.
Untuk menjadi catatan, angka ini adalah angka yang berhasil terpantau sistem kami lewat LPSE Kota depok, bukan klaim total anggaran APBD resmi Kota Depok — karena mungkin saja ada paket yang belum masuk cakupan sistem kami atau prosesnya belum rampung sampai tahap pemenang.
Leaderboard Berdasarkan Jumlah Kemenangan
Kalau dilihat dari seberapa sering sebuah nama muncul sebagai pemenang di LPSE Kota Depok, urutannya begini:
1. Bukhori — 7 kali menang, total nilai Rp55,20 juta
2. PT. Maestro Ihsan Bahagia — 6 kali menang, total nilai Rp386,62 juta
3. Anwarfuadi — 5 kali menang, total nilai Rp39,50 juta
Menariknya, dua dari tiga nama di leaderboard ini adalah individu (bukan PT/CV), yang biasanya berarti mereka ikut serta lewat skema pengadaan langsung untuk paket-paket bernilai kecil. Pola ini umum terjadi di banyak daerah — paket kecil sering diambil peserta perorangan, sementara paket besar baru didominasi badan usaha.
Leaderboard Berdasarkan Nilai Kemenangan
Kalau diurutkan dari nilai kontrak yang dimenangkan, hasilnya jauh berbeda:
1. PT. Primerindo Multi Karya — nilai total Rp15,71 miliar dari 1 kali menang
2. PT Niscala Karya Konstruksi — nilai total Rp11,60 miliar dari 1 kali menang
3. CV. Firmauli Farida — nilai total Rp7,61 miliar dari 1 kali menang
Beda banget polanya dari leaderboard jumlah kemenangan — ketiga nama di sini masing-masing cuma menang 1 kali, tapi nilai proyeknya jauh lebih besar dibanding gabungan tujuh kemenangan Bukhori sekalipun. Ini nunjukkin ada dua "liga" berbeda di LPSE Kota Depok: liga paket kecil-sering yang diramaikan peserta perorangan, dan liga paket besar-sekali yang didominasi badan usaha dengan skala lebih besar.
Satu hal lagi yang terpantau dari data: PT. Maestro Ihsan Bahagia dan PT Niscala Karya Konstruksi sama-sama beralamat di Jakarta, bukan di Depok — menunjukkan pasar tender LPSE Kota Depok juga terbuka dan diikuti perusahaan dari luar wilayah, bukan cuma pemain lokal.
Kalau kamu mau lihat detail lengkap tiap perusahaan, profil pemenang lainnya, atau daftar paket yang masih di tahap kritis di LPSE Kota Depok, silakan cek halaman leaderboard kota dan profil perusahaan di situs kami — datanya diperbarui otomatis mengikuti proses tender yang berjalan.