Kalau cuma lihat dari data pemenang saja, Provinsi Maluku Utara bisa terkesan sepi aktivitas pengadaan. Sistem kami baru mencatat 5 paket dengan pemenang di sana, dengan total nilai kontrak sekitar Rp 667,5 juta dari HPS sekitar Rp 669,4 juta. Tapi begitu kami cek silang ke data tender yang sedang berjalan, gambarannya jauh berbeda.
Di data tender aktif, Provinsi Maluku Utara justru tercatat punya 31 paket yang sedang bergulir: 11 di tahap proses, 14 di tahap kritis (butuh perhatian vendor karena mendekati tenggat), dan 6 sudah masuk tahap Penandatanganan Kontrak. Beberapa contohnya: rehabilitasi Rumah Dinas Pimpinan DPRD Provinsi Maluku Utara, pembangunan bangunan pengaman pantai di Obi dan Moti, sampai pengadaan sarana penangkapan ikan tingkat provinsi.
Artinya, provinsi ini sebenarnya tidak sesepi yang terlihat dari data pemenang saja. Yang lebih mungkin terjadi: ada jarak waktu antara paket yang sudah tanda tangan kontrak dengan proses paket tersebut tercatat sebagai "pemenang" di sistem kami. Enam paket yang sudah di tahap Penandatanganan Kontrak belum tentu langsung muncul di data pemenang pada snapshot yang sama — bisa jadi karena lag proses pencatatan, bisa juga karena sebagian dari paket itu sendiri belum genap rampung administrasinya.
Kami memilih membahas ini secara terbuka karena rubrik "Kemana Uang Rakyat Pergi" bukan cuma soal menyajikan angka besar, tapi juga soal jujur ke pembaca ketika ada dua sumber data yang gambarannya belum sinkron. Ini bukan tuduhan ke pihak mana pun, murni catatan soal bagaimana data pengadaan bergerak melalui beberapa tahap sebelum akhirnya "selesai" secara administratif.
Kami juga belum menyebut nama perusahaan spesifik di artikel ini. Dengan baru 5 paket yang tercatat sebagai pemenang, menonjolkan satu nama berisiko memberi kesan yang tidak proporsional dibanding kondisi sebenarnya.
Ke depan, begitu lebih banyak dari 6 paket berstatus kontrak ini terkonfirmasi pemenangnya, kami akan perbarui artikel ini dengan angka yang lebih lengkap. Untuk sekarang, detail dari 31 paket yang sedang bergulir — termasuk status terkini masing-masing — bisa dipantau langsung di halaman provinsi Maluku Utara, yang datanya real-time setiap kali sistem melakukan import.